Dalam reaksi kimia ada tuh namanya inhibitor atau zat yang membuat reaksi semakin lambat. kebalikan dari katalisator yang bertugas mempercepat reaksi. Nah...ada juga tuh dalam dakwah orang-orang islam yang bersifat inhibitor. terkadang ada yang merasa iri dengan keberhasilan dakwah. Nauzubillah...himinzalik. semoga kita bukan termasuk orang-orang yang menghambat dakwah ini. Amin...
Inhibitor dakwah...
Ayam Q Kabur
Senin siang bapak ku sedang bersiap-siap hendak menyembelih 2 ekor ayam. Ya...biasalah untuk dimasak opor sebagai bahan makanan lebaran Idul Adha. Oy...ayam itu milik acil alias tante yang sengaja di minta tolong untuk disembelih.
Ayam pertama sukses disembelih. setelah berhasil menyembelih ayam pertama, Bapak melanjutkan menyembelih ayam ke-2. Setelah disembelih, hanya hitungan detik. ayam ke-2 melarikan diri alias kabur. Lho...kok bisa? wallahualam...
Bapak dan mama ku mencari si ayam tadi. Alhamdulillah...acil melihat ayam yang sudah terpotong separuh leharnya tadi masih mencari makan bersama dengan saudara-saudaranya yang lain. Sontak aja, Acil berteriak dan memanggil Om. Akhirnya si Ayam berhasil di bawa pulang kembali ke rumahku. lalu disembelih kembali.
Singkat cerita tuh ayam, akhirnya tidak jadi dimakan karena perdebatan antara keluarga dan melihat literatur yang ada bahwa Ayam yang disembelih 2x haram hukumnya. Ayam ku...ayamku.....
hikmah " sebagai seorang muslim kita harus tahu cara menyembelih ayam yang benar sesuai syariat Islam dan kita juga harus banyak belajar tentang hukum halal haram makanan yang kita konsumsi" ok Guys....selamat Idul Adha 1434 H, Semoga kita bisa meneladani keluarga Nabi Ibrahim
hmmm.... "apa makna merdeka?"
Ternyata Allah Care banget...
Tidak terasa bulan syawal akan segera berakhir, pertanyaannya adalah apakah kita sudah menyelesaikan puasa sunnah kita? Puasa 6 hari di bulan syawal adalah puasa sunnah yang Allah ganjarkan dengan pahala seperti orang berpuasa 1 tahun penuh. Subhanallah Allah sayang banget dengan kita. setelah pahala Ramadhan yang Ia berikan kepada kita, Allah tambah lagi dengan pahala seperti orang berpuasa 1 tahun penuh. Ya Rabb, sampaikan aku pada bulan Ramadhanmu tahun depan dan terimalah amal ibadahku. Karena hanya Engkaulah sebaik-baik Pemberi dan Pembalas. Amin...Allahumma Amin...
Ramadhan, akankah engkau menjadi yang kurindukan?
Tak terasa, kita sudah memasuki Ramadhan yang ke-25. Hanya tersisa beberapa hari lagi kita akan melepas bulan penuh berkah. Ada rasa tak rela ketika Ramadhan hendak meninggalkan kita. Ramadhan mulia dimana Allah akan memberikan pahala yang terbaik bagi hambaNya yang ikhlas dalam beribadah. Aku merasakan kesedihan yang teramat dalam ketika, saat-saat i'tikaf harus terhenti karena fitrah seorang wanita. Tetapi aku yakin Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk diriku. Aku merasa iri dengan muslimah yang lain yang sudah berkali-kali mengkhatamkan Al-Quran, aku iri dengan dua orang nenek yang senantiasa bersemangat untuk melakukan i'tikaf dan beribadah dengan giatnya pada 10 hari terakhir. Ya...Allah,pertemukan aku dengan malam lailatul Qadr. Malam yang Engkau berkahi. Ribuan malaikat akan turun mendoakan orang-orang yang beribadah pada malam itu. Subhanallah....betapa Engkau sangat mencintai kami. Betapa Engkau sangat Rahman dan Rahim sehingga Engkau menyediakan 1 bulan dalam setahun, kesempatan bagi kami untuk melebur semua dosa-dosa kami. Menyediakan 1 malam dalam bulan Ramadhan, dimana kebaikannya lebih baik dari 1000 bulan. Subhanallah,walhamdulillah, wallahuakbar..... Ramadhan yang tersisa
Tak terasa 15 Ramadhan 1434H, telah berlalu. Apakah ibadahku sudah maksimal? apakah hari-hariku sudah aku isi dengan mengingatNya. Apakah Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Ya...hanya Allah SWT yang berhak menilai.
Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin dalam beribadah. Aku ingin mendapatkan gelar takwa seperti janji Allah dalam QS Al-Baqarah:183. amin....
Aku berharap Allah menerima amal ibadah ku. Aku tidak ingin Ramadhan ini aku lalui seperti anak kecil yang berpuasa, hanya menahan lapar dan dahaga tanpa mendapatkan keberkahan dalam beribadah. Seperti hadist Rasulullah SAW, amat rugi orang-orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan tapi tidak mendapatkan keberkahan di bulan Ramadhan dan dosa-dosanya tidak terampuni. Naudzubillahiminzalik
Mau jadi apa aku?
Dokter...yups, cita-citaku menjadi seorang dokter. hanya sebatas itu sajakah impian kita tertinggi?. Tidak salah ketika kita bercita-cita menjadi seorang dokter. Tetapi akan lebih mulia lagi kalo cita-cita kita tersebut kita lakukan mencari ridho Allah semata dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Bukankah Rasulullah bersabda"sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya". 







